Sabtu, 04 Juni 2022
video dari The Rabbaanians tentang musik
Bagian 1 : https://youtu.be/UnBfZQ3BtPU
Bagian 2 : https://youtu.be/7O_RLWRHWy0
Akhlak mulia
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا شَىْءٌ أَثْقَلُ فِى مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيَبْغَضُ الْفَاحِشَ الْبَذِىءَ
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik. Sungguh, Allah membenci orang yang berkata keji dan kotor.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, no. 2002. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Juga dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ
“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, no. 2003. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, no. 2004 dan Ibnu Majah, no. 4246. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Kamis, 28 April 2022
Jumat, 22 April 2022
Kitab Tafsir Al-Qur'an
Kitab Tafsir Al-Qur'an
- Tafsir Al Qur’anil Azhim (Tafsir Ibnu Katsir)
- Ma’alimut Tanzil (Tafsir Al Baghawi)
- Anwarut Tanzil (Tafsir Al Baidhawi)
- Al Muharrar Al Wajiz (Tafsir Ibnu ‘Athiyyah)
- At Tahrir wat Tanwir (Tafsir Ibnu ‘Asyur)
- An Nukat wal ‘Uyun (Tafsir Al Mawardi)
- Al Jami’ li Ahkamil Qur’an (Tafsir Al Qurthubi)
- Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan (Tafsir As-Sa'di.)
- Tafsir Al-Azhar (Tafsir Haji Abdul Malik Karim Amrullah)
Kamis, 21 April 2022
Dalil Ke haram an Musik
Sumber screenshot : https://youtu.be/UnBfZQ3BtPU
video dari The Rabbaanians tentang musik yang disarankan untuk di tonton =
Bagian 1 : https://youtu.be/UnBfZQ3BtPU
Bagian 2 : https://youtu.be/7O_RLWRHWy0
Selasa, 12 April 2022
Imam Abul Hasan Al-Asy'ari dan Mu'tazilah
Imam Abul Hasan, dahulu penganut paham mu’tazilah. Kemudian
sebagaimana dalam kisah yang masyhur, dia berdiri di atas mimbar di
hadapan banyak manusia lalu melepas bajunya dan berkata, “Aku
bersaksi kepada Allah, kemudian bersaksi kepada kalian bahwasanya saya
melepas paham mu’tazilah dari diriku, sebagaimana saya melepas bajuku
ini.” Ini juga merupakan tanda kejujuran kepada Allah, kejujuran kepada
manusia, dan kejujuran kepada diri sendiri dalam menaati Allah.
Dalam meninggalkan paham mu’tazilah
atau setelah meninggalkan paham mu’tazilah, imam Abul Hasan Al
Asy’ari belum terlepas dari sisa-sisa yang masih melekat pada dirinya.
Setelah itu, di dalam kitabnya al Ibanah fi Ushulid Diyanah, di dalam
kitabnya Maqalat dan di dalam kitabnya Risalah ila Ahli Tsaghar, di dalam ketiga kitab ini, nampak keadaannya
secara jelas dan terang. Bahkan dia menjelaskan secara terang, tanpa
ada kesamaran, bahwa dia di atas aqidah salafiyah.
Memang banyak orang dari kalangan Asy’ariyah yang menisbatkan
kepada Abul Hasan. Ya, mereka itu tidak berada pada jalan
mu’tazilahnya yang pertama, tetapi juga tidak pada jalan salafiyahnya
yang terakhir. Mereka berada pada tingkatan kedua, bukan dari
mu’tazilah dan bukan dari Sunnah. Tetapi jalan yang bercampur di
dalamnya antara amal shalih dan amal buruk. Padahal tidak boleh
menisbatkan kepada Abul Hasan dalam hal yang sudah ditinggalkannya.
Mereka itu menyelisihi Abul Hasan dan menyelisihi aqidah salaf yang dia
telah menyatakan untuk mengikuti dan tetap di atas aqidah tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
Ta'asshub
Benar sekali pernyataan ustadz-ustadz ketika itu, bahwa mereka yang hari ini mengkampenyekan taqlid dua ustadz lokal yang senior, mereka jug...
-
بعض رؤوس مرجئة العصر ومشاهير دعاتهم: • محمد ناصر الألباني • ربيع هادي المدخلي • عبيد الجابري • علي الحلبي • مراد شكري • مشهور آل سلمان • أس...
-
🪶 Mengenal Asal Usul Salafiyyîn Tsâbitîn. 🪶 Hubungan Salafiyyûn Tsâbitûn dengan Salafî RII. 🪶 Mengenal Manhaj Salaf. Tanya jawab bers...
-
Self Improvement, self help, atau apa pun istilahnya semua yang bermuara kepada teori pikiran alam bawah sadar pasti berusaha terlihat ilmiy...