Kamis, 06 Juli 2023

Ta'asshub

Benar sekali pernyataan ustadz-ustadz ketika itu, bahwa mereka yang hari ini mengkampenyekan taqlid dua ustadz lokal yang senior, mereka jugalah yang berisik mengecam taqlid kepada para imam madzhab. Lihatlah ta'asshub mereka yang menjijikkan kepada dua ustadz mereka (padahal ustadz senior banyak, kenapa mereka batasi hanya dua?). Semua apa kata ustadz mereka adalah kebenaran, yang disanggah oleh ustadz mereka adalah kebatilan. 

Dungu sekali, jika ingin taqlid...ya mending taqlid para imam. Semua para imam sampai hari kiamat tidak akan pernah ditandingi oleh ustadz mereka walau jumlah ustadz mereka ditambah sejuta kali lipat sekalipun, walau mereka ghuluw menyebut ustadz mereka "asy-syaikh al-muhaddits" (siapa ulama yang mengakui bahwa ustadz mereka adalah muhaddits ?) Apakah ustadzmu ridha disebut sebagai "muhaddits" wahai kaum ghuluw ?

Mereka mengatakan bahwa ulama bukan dalil, lah jika ulama bukan dalil apalagi ustadz mereka ?! Mereka bahkan tanpa malu mengatakan bahwa makna hadits "keberkahan bersama akabirikum" yang mereka maksud ialah keberkahan bersama ustadz kibar, bersama ustadz sepuh (?) Duhai sepuhiyyun, juhala !

Ulama kibar kita masih banyak yang hidup semisal para ulama lajnah, namun kita tidak ta'asshub terhadap mereka. Karena tidak ada ta'asshub dalam Islam, apalagi ke ustadz lokal !

Dan ternyata para hizbiyyun muta'shhibun ini rata-rata adalah saudara seagama ade armando (armando di udzur, kaum muslimin di tahdzir). Rekan-rekan yang telah Allah karuniakan hidayah harus menyanggah dan mentahdzir mereka, menjelaskan kebusukan manhaj mereka. Jangan ada sedikitpun kekhawatiran apalagi ketakutan terhadap para hizbiyyun berkedok sunnah tersebut. Bantah mereka dan bongkar terus kerusakan mereka !

Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله
Tanggal : 4 April 2022
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1453742621746378&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Madzhab

Dari Status ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin;
 
Bagi saya bermadzhab hanya untuk:

1. Memudahkan untuk beribadah

2. Menghindari diri dari menjadi Mujtahid dadakan dengan mentarjih permasalahan yang telah ditarjih oleh para imam mujtahidin

3. Menyadarkan diri bahwa diri ini hanyalah muqallid bukan siapa-siapa, sehingga Amaliah kita diatas dalil dengan pemahaman para ulama mujtahidin.

4. Menyelaraskan fiqih ibadah sehari-hari dengan masyarakat setempat pada perkara ijtihadiyyah sehingga masyarakat dapat menerima. Cukuplah casing yang dianggap aneh, jangan dianggap asing juga tata cara ibadah kita di mata masyarakat.

5. Memudahkan sampainya dakwah Aqidah kepada masyarakat. Para ulama dahulu semisal Syaikhul Islam Ibnu taimiyyah & syaikhul Islam Muhammad Ibn Abdilwahhab rahimahumallah dll tidaklah berselisih dengan masyarakat sekitar pada permasalahan fiqih, karena fiqih mereka luwes dan melebur dengan masyarakat sekitar ketika itu. Penentangan yang ada ialah pada permasalahan inti dakwah yaitu permasalahan Aqidah. Bagaimana masyarakat mau memahami kesyirikan, kufurnya sekulerisme, liberalisme, dan sesatnya paham-paham yang menyimpang jika sudah terjadi perselisihan antara sang dai vs mad'u (masyarakat) tentang qunut Subuh, jahr/sirr basmalah, lafazh sayyidina dll ?

6. Mengikuti arahan para ulama dakwah agar kita lebih sering menyampaikan nama-nama ulama yang dikenal masyarakat (misal ulama besar madzhab yang mereka anut) daripada nama ulama-ulama yang asing ditelinga mereka atau sudah mendapat stempel sebagai wahabi. Nasihat ini sering disampaikan oleh Asy-Syaikh Robi' bin Hadi di majelis Tafsir selepas 'Ashar di Maktabah lantai dua rumah beliau (ketika masih di Makkah)

7. Melatih diri menjadi sosok yang tidak mudah menghukumi sesat amaliah orang lain yang ternyata Amaliah mereka bersandar kepada dalil yang dipahami oleh para imam mujtahidin, seandainya mereka keliru sekalipun maka hal ini tidaklah membuat mereka tercela karena masuk kategori khilafiyah mu'tabar. Kecuali jika Amaliah mereka yang diselisihi tidak termasuk kedalam ranah khilafiyah yang mu'tabar.

8. Mengikuti arahan para ulama semisal Ibnu Rajab rahimahullah agar kita beramal sesuai dengan dalil yang dipahami oleh para imam madzhab.

Tambahan dari ust. Wira Bachrun :

9. demikian juga yg dinasihatkan oleh ulama kita sekarang seperti syaikh Al Fauzan, jadi kita juga ngikut ulama kibar.

10. selain itu dgn belajar madzhab ahlul bilad, kita bisa membedakan mana yg pendapat madzhab, mana yg produk nusantara dan menjelaskannya kepada ummat

Kita tidak merasa berat tatkala kita mendapati kaum muslimin bermadzhab atau tidak bermadzhab, namun kita akan terasa sakit dan sangat berat tatkala kaum muslimin tidak memahami hakikat kesyirikan, pembatal-pembatal keislaman, kufurnya sekulerisme dan Liberalisme yang sekarang sudah berseragam aliran Nusantara.

Engkau yang masih menganggap masalah bermadzhab atau tidak bermadzhab prioritas dakwah dan pembahasan diskusi, musuh sudah masuk ke barisan kita. Musuh tidak lagi berada di seberang, namun sudah masuk ke barisan kita. Tuturan kaidah-kaidah dan segala macam teori hanya untuk membahas bermadzhab atau tidak bermadzhab bukanlah prioritas utama dan pertama....lihatlah kaum zindik dan kafirin asli terus bertubi-tubi mengancam kita.

بعض رؤوس مرجئة العصر ومشاهير دعاتهم

بعض رؤوس مرجئة العصر ومشاهير دعاتهم:

• محمد ناصر الألباني
• ربيع هادي المدخلي
• عبيد الجابري 
• علي الحلبي
• مراد شكري
• مشهور آل سلمان
• أسامة القوصي
• ياسر برهامي
• عبدالمالك رمضاني
• عبدالله البخاري
• حسن عبدالوهاب البنا
• محمد عبدالوهاب البنا
• أحمد فريد
• خالد العنبري
• سلطان العميري
• عبدالله الخليفي 
• عبدالعزيز الريس 
• طلعت زهران
• أحمد عمر بازمول
• إبراهيم الرحيلي
• أبو إسحاق الحويني
• محمد حسان
• محمد سعيد رسلان
• مصطفى العدوي
• خالد عبدالرحمن 
• محمد هادي المدخلي
• سيد سعد الدين غباشي
• وحيد عبدالسلام بالي
• محمود الرضواني
• سلمان العودة 
• عائض القرني
• خالد عثمان 
• هشام البيلي
• محمد رمزان الهاجري 
• أحمد صالح الزهراني
• أحمد يحيى الزهراني 
• خالد العنبري
• علي الوصيفي
• عبدالمجيد جمعة 
• أزهر سنيقرة
• مجدي حفالة
• رائد آل طاهر
• عبداللطيف الكردي 
• أبو منار العلمي
• عبدالله مهاوش
• سعد النايف
• موفق أبو حمزة الجبوري
• أسامة بن عطايا
• مصطفى عبدالقادر 
• مزمل فقيري
• أبو بكر آداب
• نزار هاشم
• عبدالحي يوسف
• عبدالله الظفيري 
• عادل السيد
• خالد الظفيري
• محمد إسماعيل المقدم
• مجدي عرفات
• عماد رفعت
• عرفات المحمدي
• أسامة العمري
• علي يحيى الحدادي
• عادل الشوربجي
• محمد عمر بازمول
• سليمان الرحيلي
• أبو خديجة البريطاني
• حمد عيسى بو دويرة
• ماهر ظافر القحطاني 
• عبدالله القصير
• عايد الشمري
• محمد العنجري 
• محمد عبدالوهاب العقيل 
• أحمد السبيعي
• محمد غيث 
• عادل منصور
• علي عبدالعزيز موسى
• محمد الإمام
• عبدالواحد المدخلي
• فواز المدخلي
• محمد بن ربيع المدخلي
• عمر بن ربيع المدخلي 
• سليم الهلالي
• رزيق القرشي 
• عبدالرحمن العميسان
• صالح البكري
• إبراهيم المحيميد
• سالم الطويل
• أبو عباد الشافعي
• أبو عاصم السمان
• سمير القاهري

بقلم : الشيخ الأستاذ الفاضل عبد اللطيف الراوي  
مصدر : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10159655370074510&id=532694509&mibextid=Nif5oz

Selasa, 04 Juli 2023

Channel Telegram

Silahkan masuk ke channel Telegram ini yang isinya bukan ajaran Murji'ah ,Khowarij,Syi'ah,Qadariyyah, Jabariyyah, dan kesesesatan lainnya , إن شاء الله : 

https://t.me/Manhaj_Muwahhid


Demokrasi itu thoghut


Demokrasi itu thoghut 

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i juga mengatakan : 
الديمقراطية طاغوتية
"Demokrasi adalah Thoghut!."
[Lihat "Ghoratul Asyrithoh" (1/354)].

Dicuplik dan diringkas dari kitab: "I'lamul Ajyal bi kalamil Imam Al-Wadi'i fiel Firoqi wal kutubi war Rijal"

 وَٱجْتَنِبُوا۟ الطاغوت
"dan jauhilah thaghut" 
(Quran Surah An-Nahl ayah 36)


Syirik Dustur dan Syirik Kubjur

Hanya berani mengecam kekufuran syirik akbar yang dibawah, bungkam terhadap kesyirikan akbar yang di atas. 
Demi mashlahat katamu. Ia mashlahat pribadi kamu, bukan mashlahat umat. Padahal kekufuran (bukan sekedar dosa besar) yang di atas jauh lebih menjijikkan daripada yang di bawah, yang senantiasa engkau sanggah dan kecam. 

Sikap aimmah dakwah sangat jelas dan tegas. Jangan bawa abu-abu dalam masalah ini. Syirik qubur dan dustur sama-sama harus dijelaskan kepada umat

Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 15 Maret 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1700640533723251&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Kumpulan tulisan Ustadz Abu Musa Isa Islami Al-Mizzy • 3

Kesalahan Fatal

1. Menilai bahwa jenis kekuasaan hanya satu. 
2. Menilai bahwa kekufuran hanya terjadi dengan juhud (ingkar) dan meyakini bahwa ibadah sholat menjadi penghalang takfir(pengkafiran). 

Hasilnya : Orang sekuler, menolak syariat islam dengan lisan kekuatan dan ancaman, dianggap sebagai ulil amri syar'i seperti kholifah; wajib dibaiat dan ditaati secara mutlak (walau diambil harta dan dipukul punggungnya).

Oleh : Ustadz Abu Musa Isa Islami Al-Mizzy 
Tanggal : 25 Desember 2022
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=5835283853161403&id=100000395379891&mibextid=Nif5oz

Ta'asshub

Benar sekali pernyataan ustadz-ustadz ketika itu, bahwa mereka yang hari ini mengkampenyekan taqlid dua ustadz lokal yang senior, mereka jug...