Dungu sekali, jika ingin taqlid...ya mending taqlid para imam. Semua para imam sampai hari kiamat tidak akan pernah ditandingi oleh ustadz mereka walau jumlah ustadz mereka ditambah sejuta kali lipat sekalipun, walau mereka ghuluw menyebut ustadz mereka "asy-syaikh al-muhaddits" (siapa ulama yang mengakui bahwa ustadz mereka adalah muhaddits ?) Apakah ustadzmu ridha disebut sebagai "muhaddits" wahai kaum ghuluw ?
Mereka mengatakan bahwa ulama bukan dalil, lah jika ulama bukan dalil apalagi ustadz mereka ?! Mereka bahkan tanpa malu mengatakan bahwa makna hadits "keberkahan bersama akabirikum" yang mereka maksud ialah keberkahan bersama ustadz kibar, bersama ustadz sepuh (?) Duhai sepuhiyyun, juhala !
Ulama kibar kita masih banyak yang hidup semisal para ulama lajnah, namun kita tidak ta'asshub terhadap mereka. Karena tidak ada ta'asshub dalam Islam, apalagi ke ustadz lokal !
Dan ternyata para hizbiyyun muta'shhibun ini rata-rata adalah saudara seagama ade armando (armando di udzur, kaum muslimin di tahdzir). Rekan-rekan yang telah Allah karuniakan hidayah harus menyanggah dan mentahdzir mereka, menjelaskan kebusukan manhaj mereka. Jangan ada sedikitpun kekhawatiran apalagi ketakutan terhadap para hizbiyyun berkedok sunnah tersebut. Bantah mereka dan bongkar terus kerusakan mereka !
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله
Tanggal : 4 April 2022
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1453742621746378&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz