Pembelaan Terhadap Mujahidin Dan Semua Ulama Serta Aktivis Dakwah Penegakan Syariat
Kenapa Harus Selalu Membahas Syirik Dustur(Undang-undang)?
Mungkin banyak ikhwah heran dengan sepak terjang beberapa ulama dan aktivis dkwah yg memfokuskan setiap ucapan dan tulisannya utk membahas syirik dustur.
Bukan berarti kita menyepelekan syirik kubur, akan tetapi kita berbicara sesuai dengan realita yg ada. Kita menyesuaikan kesesatan yg marak dan hampir banyak org yg tidak memahaminya.
Inti dakwah para Nabi dan Rasul adalah mengajak kepada tauhid dan menjauhi toghut. Adapun toghut maka memiliki banyak bentuk, ada toghut yg disembah dengan sujud, dan berdoa, ada toghut dalam bentuk pemikiran atau manhaj yg diikuti, dan ada pula toghut hukum yg ditaati.
Syaikh Sulaiman bin Sahman berkata :
أن الطاغوت ثلاثة أنواع : طاغوت حكم و طاغوت عبادة، و طاغوت طاعة و متابعة.
“Sesungguhnya terdapat tiga macam toghut : Toghut hukum, Toghut ibadah, dan toghut ketaatan dan mutaaba'ah(yg diikuti dan ditaati)” -Lihat Risalah Fi Bayaan at-Tooghuut wa Wujuub Ijtinaabihi, karya Syaikh Sulaiman bin Sahman-
Para ulama dakwah ketika membahas kesyirikan tidak ada dari mereka yg menyepelekan salah satu bentuk sisi kesyirikan, justru mereka berusaha utk selalu membahas kesyirikan yg ada dan yg marak di waktunya. Dan di masa mereka kesyirikan yg marak adalah syirik kubur, adapun syirik dustur maka belum tersebar sebagaimana tersebarnya di zaman kita sekarang. Dan ini disebabkan karena di kala itu terdapat Daulah Utsmaniyah yg masih berundang-undang dengan syariat islam, begitu pula di semua wilayah-wilayah yg berada di bawah kekuasaannya, meskipun tidak maksimal.
Perlu diketahui juga, bahwa Syaikh Sulaiman bin Sahman menulis risalah khusus utk membahas toghut hukum. Karena beliau melihat di kala itu banyak suku atau kabilah-kabilah jaziroh arab yg berhukum dengan hukum-hukum adat mereka, berhukum dengan hukum undang-undang yg dibuat nenek moyang mereka. Undang-undang toghut mereka biasa dikenal dengan istilah Undang-undang ar-Rifaaqoh, Syariat 'Ujmaan, Syariat Qohtoon, as-Saluum dll.
Syaikh Sulaiman bin Sahman berkata di risalahnya :
والمقصود في هذه الورقة هو طاغوت الحكم، فإن كثيرا من الطوائف المنتسبين إلى الإسلام قد صاروا يتحاكمون إلى عادات آبائهم ويسمون ذلك الحق بشرع الرفاقة، كقولهم شرع عجمان، و شرع قحطان، وغير ذلك و هذا هو الطاغوت بعينه الذي أمر الله باجتنابه
“Adapun maksud dari tulisan saya di risalah ini adalah pembahasan toghut hukum, karena sekarang banyak kelompok-kelompok yg mengaku islam akan tetapi berhukum dengan UU adat istiadat nenek moyang mereka, yg biasa mereka sebut dengan istilah syariat ar-Rifaaqoh, dan misal lainnya biasa mereka sebut Syariat Ujmaan, Syariat Qohtoon, dll.. maka ini semua hakekatnya adalah toghut yg telah Allah perintahkan utk menjauhinya.”
Kesesatan syirik dustur ini tidak bisa disepelekan, bahkan di zaman ini harus diberikan perhatian khusus karena kuatnya syubhat yg dilontarkan para pengacara da pembelanya.
Adapun syirik dustur hakekatnya adalah salah satu bentuk dari penyimpangan di dalam tauhid hakimiyah -ini bagi yg menerimanya- atau bagi yg tidak terima maka masuk ke dalam penyimpangan tauhid rububiyah. Sebagaimana ucapan Syaikh Utsaimin bahwa syirik hukum masuk ke dalam bab syirik rububiyah.
Lantas pertanyaannya? lebih dahsyat mana antara syirik dalam masalah rububiyah ataukah uluhiyah?
Ahli kalam mempersempit masalah tauhid di dalam rububiyah, dan mereka tidak mengenal syirik melainkan hanya di dalam masalah rububiyah -ini konsekuensi faham tauhid mereka- sehingga menurut mereka jelas syirik rububiyahlah yg paling berbahaya.
Menurut aimmah dakwah pun penyimpangan di dalam bab tauhid rububiyah lebih dahsyat dibandingkan syirik di bab uluhiyah.
Bahkan syirik hukum memborong tiga kesyirikan, sebagaimana penjelasan Syaikh Sulaiman al-Ulwan :
1. Syirik rububiyah.
Karena yg memiliki hak menetapkan hukum hanya Allah, dan hak ini masuk ke dalam rububiyah Allah.
2. Syirik Uluhiyah.
Kita diperintahkan utk taat kepada Allah dan diperintahkan utk berhukum dengan hukum Allah, dan ketaatan adalah bentuk dari salah satu ibadah sebagaimana kisah sahabat 'Adiy bin Hatim ketika mendengar firman Allah :
اتخذوا أحبارهم و رهبانهم أربابا من دون الله
(At-Tawbah):31 - Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah
Dengan spontan 'Ady bin Hatim mengatakan : “Kita tidak menyembah mereka...” lalu Rasulullah saw menjawab : Bukankah jika mereka mengharamkan apa yg Allah halalkan maka kalian mentaatinya dan ikutan mengharamkannya, juga sebaliknya jika menghalalkan apa yg Allah haramkan kalian taati dan ikut menghalalkannya?? maka 'Ady menjawab : “benar wahai Rasulullah saw” maka Rasul saw berkata : “Maka itulah bentuk ibadah mereka”
3. Syirik Asma' wa shifaat.
Salah satu nama Allah adalah al-Hakam yg bermakna Dzat yg maha kuasa dalam hukum, dan semua permasalahan penyelesaiannya dikembalikan kepada Allah. Sehingga jika terdapat org menyatakan kewenangan hukum di tangan org tertentu, atau di tangan rakyat atau di tangan raja, atau di tangan presiden maka dia telah merebut dan menandingi nama Allah al-Hakam dan ini bentuk kasyirikan di dalam bab asma' wa shifat.
Adapun dakwah Nabi dan Rasul dimulai dengan dakwah tauhid uluhiyah, atau memperingatkan dari syirik kubur ini karena penyimpangan yg sangat-sangat jelas dan menantang adalah dalam masalah syirik kubur yaitu mereka menyembah berhala.
Dan tidak ada dari kalangan Sahabat ketika mendakwahkan atau dari kalangan musyrik kuffar quroisy ketika diajak utk mentauhidkan Allah dan meninggalkan berhala, mereka memahami bahwa maksudnya adalah cukup tidak nyembah berhala akan tetapi adapun hukum tetap bebas di tangan kita. Hal ini dikarenakan mereka paham makna Laa ilaaha illa Allah adalah murni ikhlas tunduk terhadap Allah dalam peribadatan, ketaatan, dan juga aturan hukum.
Pembagian tauhid belum pernah muncul di zaman Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, tidak pula di zaman nabi-nabi sebelumnya. Akan tetapi pembagian ini muncul demi memudahkan kita utk memahami hakekat tauhid yg hampir digilas dengan maraknya kesyirikan.
Sehingga ketika Quroisy mendengar Laa ilaaha illa Allah mereka spontan paham maksudnya adalah tidak ada ilah yg berhak diibadahi dengan apapun bentuk ibadah; sujud, doa, istighotsah, meminta rizki, berharap, dan juga taat terhadap undang-undang Allah dst.
Lantas apa yg diprioritaskan ketika kita berdakwah? berdakwah itu tergantung audiens. Jika mereka memiliki penyimpangan di bab riba maka anda harus menekankan masalah riba, jika mereka para audiens menyimpang di bab tabarruj maka anda harus menjelaskan masalah itu, jika mereka menyimpang di bab syirik kubur maka anda mulai dengan tauhid dan syirik, jika mereka menyimpang di dalam bab syirik hukum dan ketaatan maka anda harus menjelaskannya.
Hal ini jika ditimbang dari sisi judul materi yg harus disampaikan, bahkan para ulama pun menasehatkan demikian ketika seorang khotib ingin khutbah, maka sangat dianjurkan agar judul khotbah sesuai problem umat yg marak di daerah tersebut.
Jika kalian melihat ke realita, maka kalian tidak akan dapatkan seorang ulama atau da'i yg terjun dakwah di masyarakat awam lalu memulai dengan syirik dustur, atau menyatakan bahwa UU adalah toghut, barang siapa berhukum dengannya maka dia musyrik kafir.., bahkan mereka yg kalian tuduh dengan sebutan “teroris” atau khowarij tidak ada yg memulai dakwahnya dengan masalah syirik dustur. Akan tetapi mereka memulai dengan mengingatkan wajibnya berhukum dengan hukum Allah, wajibnya kembali kepada alquran dan sunah dalam menyelesaikan setiap kasus permasalahan, atau mereka menjelaskan bahayanya meninggalkan hukum Allah, atau mereka menjelaskan rusaknya demokrasi dst. Bukankah ini dakwah yg dimulai oleh para Nabi dan Rasul??
Semua aktivis dakwah paham sisi mana yg lebih didahulukan ketika berdakwah, kalimat-kalimat mana yg lebih dulu diucapkan ketika dakwah, dan ini semua ditinjau dari siapa audiensnya. Kalau anda berhadapan dengan orang dewan atau kaum pembuat hukum legislatif apakah anda dakwahi dengan syirik kubur?? padahal kebanyakan mereka tidak ada yg nyembah kuburan..
Kalau kalian dihadapkan dengan mereka elit yg berkuasa di wilayah kita apakah kalian mulai dengan syirik kubur?
لكل مقام مقال
“Setiap lokasi dan keadaan, terdapat ucapan atau kalimat yg sesuai untuknya”
Itulah kaedahnya dalam berdakwah, mau lewat tulisan ataupun langsung terjun ke lapangan.
Dan mereka para ulama yg mendakwahkan tauhid rububiyah, terkhusus bab hukum dan ketaatan tidak ada dari mereka yg menyepelekan bab syirik kubur -kecuali sedikit mereka yg tidak paham-
Adapun dalil kisah Nabi Musa dan Harun mendakwahi Fir'aun dengan kalimat dan lemah lembut itu terdapat hikmah yg diantaranya bahwa dakwah dengan lemah lembut lebih diterima di hati. Akan tetapi apakah selamanya lemah lembut? atau apakah ayat tersebut bermakna wajib lemah lembut ketika berdakwah dengan toghut?
Justru kita diperintahkan mengikuti millah Ibrohim
{ قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن شَيْءٍ رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ }
الممتحنة[ 4 ]
(Al-Mumtaĥanah):4 - Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali".
Kita mengikuti millah Nabi Musa dalam menyikapi ahli kufur dan syirik ataukah mengikuti millah Nabi Ibrohim?
Bagaimana dengan firman Allah ini :
{ يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ }
التوبة[ 73 ]
(At-Tawbah):73 - Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
Justru yg ada para sahabat memiliki sikap khusus terhadap mukminin dan orang-orang kafir...
{ مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا }
الفتح[ 29 ]
(Al-Fatĥ):29 - Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
Sikap keras terhadap orang-orang kafir telah dibuktikan oleh para sahabat dalam menyikapi petinggi-petinggi kuffar quroisy bahkan mereka rela utk membunuh ayahnya sendiri demi kecintaanya terdapa Allah dan agamanya.
Jadi sikap lemah lembut tidaklah selamanya, melainkan terdapat waktu dan keadaan tertentu. Jika anda melihat bahwa dia akan luluh hanya dengan kata-kata lembut maka lebih baik dengan kata-kata lembut, dan sebaliknya jika kalimat lembut tidak berfaidah bahkan tambah melawan, membantah dan ngeyel.. maka kalimat-kalimat keras lebih dianjurkan, dan ini sikap Nabi dan Rasul, begitu pula para sahabat dalam menyikapi kekufuran.
Bahkan salah satu tafsir makna قولا لينا “kalimat yg lembut” adalah kalimat tauhid Laa ilaaha Illa Allah, dan inilah yg kita dakwahkan kepada mereka para penguasa toghut yg berhukum dengan UUD buatan manusia..
Saya heran dan merasa aneh.. yg anda maksud dengan kalimat lembut itu seperti apa? Bagaimana menyampaikan dakwah tauhid kepada toghut dengan kalimat lembut? bisakah anda datangkan contoh kalimat lembut tersebut!
Adapun ayat ادع إلى سبيل ربك بالحكمة ... maka sungguh sayang jika dimaknai harus dengan lemah lembut terus menerus..
Makna (mau'idzoh hasanah) di dalam ayat tersebut adalah berdakwah dengan kalimat-kalimat الزواجر, yg maknanya kalimat-kalimat keras yg membuat org takut.
Sedangkan kalimat و جادلهم باللتي هي أحسن maka maknanya adalah debatlah mereka dengan cara baik bagi mereka yg menerima perdebatan dengan baik dan sehat. Adapun mereka yg dzolim, yg tidak bisa didebat dengan cara baik-baik maka Allah perintahkan dengam sebaliknya yaitu didebat dengan cara keras!
{ وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ }
العنكبوت[ 46 ]
(Al-`Ankabūt):46 - Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
Lihat kata Allah “Kecuali dengan orang-orang dzolim di antara mereka!”
apakah selalu dan selamanya lemah lembut dengan toghut!
Adapun nukilan ucapan Syaikhul islam Ibnu Taimiyah yg menyatakan bahwa sifat khowarij adalah menamai Daarr(Wilayah) mereka dengan sebutan Daar hijroh sedangkan mayoritas wilayah muslimin sebagai Daar kufr wa harb(negeri kafir dan perang) maka sungguh sangat disayangkan jika ucapan ini diarahkan kepada mujahidin.. Anda harus paham, khowarij menyatakan demikian karena mereka mengkafirkan umat islam disebabkan maksiat/dosa besar.. dan bukan berdasarkan pembatal keislaman. Adapun zona atau wilayah yg ada skrng(indonesia) saya yakin bahwa anda menyatakan negeri ini bukanlah dar islam, minimal anda menyatakan daar murokkab.
Pembahasan Syirik dustur bukanlah hal sepele, bahkan ulama-ulama kibar banyak sekali yang membahas dan menulis kitab khusus utk menjelaskan hakekat syirik dustur dan bahayanya diantaranya :
1. Syaikh Ahmad Syakir di dalam kitabnya Umdah at-Tafsir, bahkan beliau menyebutkan bahwa masalah ini termasuk ushul akidah
2. Kitab Haula Tathbiq asy-Syarii'ah Syaikh Muhammad Qutb
3. Kitab Tahkim asy-Syarii'ah wa Da'aawa al-'Ilmaaniyah Dr.Solaah ash-Shoowiy
4. Kitab Al-Haddu al-Faashil Syaikh Abdurrohman AbdulKholiq
5. Kitab asy-Syarii'ah al-Islamiyah laa al-Qowaanin al-Wadh'iyyah Syaikh Umar al-'Asyqor
6. Kitab Tahdziir Ahli al-Imaan 'An al-Hukm Bi Ghoiri Maa Anzala ar-Rohman Syaikh al-As'ardiy, dan ditahkik Syaikh Salim al-Hilaaliy
7. Kitab al-Fawaakih al-Idzaab fi ar-Rodd Man lam Yahkum as-Sunnah wa al-Kitaab Syaikh Hamd bin Ma'mar
8. Kitab al-Burhan wa ad-Dalil ala kufri Man Hakama bi Ghoiri at-Tanzil, Syaikh Ahmad bin Nashir Ghunaim
9. Kitab Wujuub Tahkim asy-Syarii'ah al-Islamiyah Syaikh Mannaa' al-Qotthoon
10. Kitab Wujuub Tathbiiq asy-Syarii'ah, Dr.Muhammad al-Amin asy-Syinqiithiy
11. Kitab at-Talaazum Baina al-Akidah wa asy-Syarii'ah, Dr.Nashir al-Aql
Dll.. sangatlah banyak.
Adapun mempersempit kejayaan islam hanya dengan dakwah menjelaskan syirik kubur akan tetapi menyepelekan syirik dustur maka ini manhaj yg tidak ada salafnya sama sekali.
Sejak kapan beribadah kepada Allah, mentauhidkan Allah tapi tidak tunduk dengan aturan Allah?? bahkan berhukum(tahaakum) dengan hukum Allah adalah konsekuensi kalimat tauhid Laa ilaaha Illa Allah.
نسأل الله أن يثبت قلوبنا و أن يميتنا على الإيمان
(Akhukum fillah Abu Mazen al-Ulwan)
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Musa Isa Islami Al-Mizzy
Tanggal : 24 Juli 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3239994199357061&id=100000395379891&mibextid=Nif5oz