Selasa, 04 Juli 2023

Kumpulan tulisan Ustadz Jafar Shalih • 7

Ada dua orang yg satu qunut subuh, yg kedua gak qunut. Tapi keduanya sama-sama menganggap pelaku syirik akbar masih muslim karena jahil. Siapa yg selamat? Gak ada yg selamat.

Oleh : Ustadz Jafar Shalih 
Tanggal : 21 Februari 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid037Bphcw193vbza5aSXPT4yjjgKZTXw7ZfFHLoZwTfMb652bHnTytzYuV6VLZc7VUAl&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

Kumpulan tulisan Ustadz Jafar Shalih • 6

Kaidahnya Murji'ah kalau terpojok: "Jangan asal comot" "Jangan modal copas"

Jadi kalau dia gak copas, tapi kalau orang lain copas. Kalau dia gak asal nyomot, tapi kalau org lain asal nyomot.

Oleh : Ustadz Jafar Shalih 
Tanggal : 20 April 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02QZwdkyrtG53Y85AdfEPebxVxQiLQwRgWTsY5XdAjoFgpbDhztMhCaCybReWLwfzfl&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

Kisah

Kisah #1:
Dahulu, ada seorang pemuda yg tinggal di sebuah tempat.
Suatu hari dia sendirian pergi ke sebuah tempat ibadah orang2 di tempat tersebut kemudian menghancurkan objek2 sesembahan yang ada disitu.

Sangat2 "tidak hikmah" dan merusak tatanan masyarakat setempat. Masyarakat setempat pun tersinggung setengah mati. Pemuda ini disidang ramai2 dan diputuskan untuk dibakar hidup2.

Dia harus menerima hukuman. Sayangnya ketika dibakar, ternyata api tak membakar dirinya.

Tapi karena masyarakat sudah kadung kesal, dia pun diusir dan harus pergi meninggalkan tempat itu.

Karena sikap yang "tidak hikmah", hilanglah kesempatan dia untuk berdakwah lebih lama disitu. Sangat besar "mudharat" yang ditimbulkan. 

Kisah #2:
Ada juga seseorang yang siang dan malam mengingkari dengan lisan peribadahan2 kepada selain Allaah di sebuah kota.
Karena hal ini, beliau disiksa, dihardik...
Dan akhirnya setelah 13 tahun menjalani hal ini, terusir juga dirinya dari kota kelahirannya tersebut.

Begitulah "mudharat" yang timbul. Seandainya bisa lebih memaklumi, tentu beliau akan tinggal dan bisa berdakwah lebih lama.

Kisah #3:
Ada juga seorang yang menghancurkan kuburan2 yang diibadahi di negeri hijaz.
Ketika melakukan hal tersebut, dia pun di protes oleh seluruh pemuka agama. Ulama Bashrah tidak setuju. Ulama dari negeri2 lain tidak setuju. 

Masuklah dia sebagai daftar orang yang dicari hidup atau mati.
Sayembara berhadiah pun muncul bagi siapa saja yang bisa membunuhnya.

Dia pun harus terusir dari kota tempat dia tinggal saat itu.

Halaah... seandainya bisa lebih "hikmah", tentu "mudharat"nya tidak akan besar dampaknya. Dan dia bisa berdakwah di masyarakat dengan lebih tenang.

Itulah 3 kisah contoh bagaimana bersikap dalam kesyirikan.
Walaupun ada yang bilang "tidak hikmah" dan secara fakta menimbulkan "mudharat" baik dari segi harta dan nyawa.

Antum semua tahu tokoh dalam kisah #1 dan #2.
Adapun kisah #3, beliau dikenal dengan karya tulisnya Tsalatsatul Ushul dan Kitab at-Tauhid.

Allahumma shalli ala Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa man tabi'ahum bi ihsan ilaa yaumiddin.

https://t.me/ngajitauhidofficial/395

Asy-Syaikh Al-'Utsaimin : Anda wajib berada di atas manhaj salaf ! Bukan berada di atas hizby yang namanya salafiyyin !


Asy-Syaikh Al-'Utsaimin : Anda wajib berada di atas manhaj salaf ! Bukan berada di atas hizby yang namanya salafiyyin !

Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 1 Mei 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1727276557726315&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Ustadz Abu Mas'ud Lamongan

Ustadz Abu Mas'ud Lamongan :

"Ketuhanan Yang Maha Esa" bukanlah Makna Tauhid dalam Islam :
https://youtu.be/dLAtaDU3hrE

Al-Koumiyyah/Nasionalisme dan Bhineka Tunggal Ika =
https://youtu.be/Ifc3kZVLl78

Al-Koumiyyah/Nasionalisme dan Negara Kafir =
https://youtu.be/x0eC92B-dC0

Khutbah Idhul Adha , Amanah Yang di tinggalkan Umat Islam •
🔈Faidah Khutbah :
🔊 ke Kufur an demokrasi dan wajib atas koum muslimin untuk menjauhinya 
🔊 Pentingnya ber takwa kepada الله 
=
https://youtu.be/50JbsMdIJoU

Ustadz Abu Mas'ud Su'udi


Ustadz Abu Mas'ud Su'udi :

"Ketuhanan Yang Maha Esa" bukanlah Makna Tauhid dalam Islam :
https://youtu.be/dLAtaDU3hrE

Al-Koumiyyah/Nasionalisme dan Bhineka Tunggal Ika =
https://youtu.be/Ifc3kZVLl78

Al-Koumiyyah/Nasionalisme dan Negara Kafir =
https://youtu.be/x0eC92B-dC0

Khutbah Idhul Adha , Amanah Yang di tinggalkan Umat Islam •
🔈Faidah Khutbah :
🔊 ke Kufur an demokrasi dan wajib atas koum muslimin untuk menjauhinya 
🔊 Pentingnya ber takwa kepada الله 
=
https://youtu.be/50JbsMdIJoU

Hati-hati dari 3 penyakit yang kerap hinggap pada para santri/thalib

Hati-hati dari 3 penyakit yang kerap hinggap pada para santri/thalib:

1. Merasa puas dengan satu bidang keilmuan

Sehingga dia enggan untuk mempelajari bidang-bidang lain. Dan ini merupakan tanda kelemahan atas dirinya.

2. Mengecilkan ilmu-ilmu yang tidak dia kuasai

Seperti santri yang dimudahkan dalam penguasaan dalam Bahasa Arab, maka dia mengecilkan ilmu 'aqidah. Atau ketika dimudahkan dalam fikih, kemudian dia mengecilkan bidang hadits.

3. Menyibukan diri dengan ilmu yang bukan prioritas

Sehingga dia tidak mempelajari justru yang harusnya menjadi prioritasnya. Dan ini yang paling banyak terjadi pada hari belakangan ini. Seperti santri yang sibuk dalam hadits, sampai mengetahui keadaan para rawi, mengetahui apa beda "Bundar" dengan "Ghundar", beda Sufyan ibnu 'Uyainah dengan Sufyan ats-Tsaury, bahkan sampai bacaannya itu Fathul Bari, akan tetapi tidak pernah khatam matan fikih. Tidak mutqin dalam fikih wudhu dan shalat dengan prasangka bahwa "ahli hadits itu langsung merujuk ke hadits, tanpa perlu mempelajari matan-matan fikih".

Atau dia bahkan tidak mutqin dalam perkara aqidah, atau bahkan tidak mutqin dalam Tsalatsatul Ushul padahal inilah pertanyaan yang akan ditanyakan di alam kubur.

Dia lebih menyukai ilmu yang "canggih"/"tinggi" dibandingkan ilmu yang memang dirinya dan kaum muslimin membutuhkan pengajaran tentang hal tersebut.

Faidah dari:
https://www.youtube.com/watch?v=QY2OAacKeNo

https://t.me/ngajitauhidofficial/474

Ta'asshub

Benar sekali pernyataan ustadz-ustadz ketika itu, bahwa mereka yang hari ini mengkampenyekan taqlid dua ustadz lokal yang senior, mereka jug...